Theodolite

Posted on

Theodolite adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian tanah. Bagi masyarakat awam mungkin alat ini masih terdengar asing dan bentuknya pun pastinya masih banyak yang belum mengetahuinya. Alat satu ini ternyata bisa digunakan untuk mengukur ketinggian tanah baik secara vertikal maupun horizontal.

Jika dibandingkan dengan waterpass yang hanya bisa mengukur sudut horizontal, pastinya keberadaan theodolite ini akan sangat membantu pekerjaan para ahli geografi. Nah, jika kebetulan Anda sedang membutuhkan alat ini namun masih belum mengetahui informasi lebih jauh mengenai theodolite, langsung saja simak informasinya di bawah ini.

Fungsi Theodolite

Fungsi Theodolite

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, fungsi utama dari Theodolite adalah untuk mengukur tanah. Akan tetapi, ternyata dibalik kegunaannya untuk mengukur tanah masih ada beberapa kegunaan lainnya seperti yang disebutkan di bawah ini.

  • Jika digunakan dalam pengukuran tanah, biasanya alat ini juga dipakai untuk mengukur polygon, pengamatan matahari, dan juga pemetaan situasi.
  • Bisa digunakan sebagai Pesawat Penyipat Datar jika ukuran sudut vertikalnya adalah 90 derajat.
  • Dalam pekerjaan bangunan, biasanya dipakai untuk menentukan sudut siku-siku saat mengerjakan bowplank agar sudut ruangan menjadi bagus.
  • Untuk pembuatan pondasi, theodolite ini biasanya dipakai untuk mengukur ketinggian bangunan bertingkat.

Jenis Jenis Theodolite

Theodolite ternyata tidak hanya tertuju pada satu benda saja karena ternyata alat pengukur satu ini terdiri dari beberapa jenis jika dilihat dari konstruksi dan cara pengukurannya. Apa saja jenisnya dan kira-kira apa yang membedakannya? Simak ulasannya di bawah ini.

  • Theodolite Reiterasi
    Untuk theodolite satu ini, bagian plat lingkaran skala yang posisinya mendatar menjadi satu dengan plat lingkaran nonius serta tabung sumbu pada kiap. Nah, hal ini menyebabkan lingkaran mendatar sifatnya menjadi tetap. Pada theodolite jenis ini juga terdapat pengunci plat nonius.
  • Theodolite Repetisi
    Plat lingkaran skala mendatar pada theodolite jenis ini ditempatkan sedemikian rupa yang menyebabkan plat ini bisa berputar dengan sendirinya dengan menjadikan tabung poros sebagai sumbu putarnya. Di theodolite jenis ini terdapat dua jenis pengunci yaitu pengunci untuk lingkaran mendatar dan sekrup nonius.
  • Theodolite Elektro Optis
    Jika dilihat dari konstruksi mekanisnya, susunan lingkaran sudut antara theodolite elektro optis dan theodolite optis ini sama. Nah, yang membedakan adalah skala lingkarannya menggunakan sistem sensor sebagai pengganti sistem lensa dan prisma lagi. Sistem sensor ini bekerja sebagai penerima gelombang elektro magnetis atau bisa dibilang juga sebagai elektro optis model.

Bagian bagian Theodolite

Bagian Bagian Theodolite
@upj.ac.id

Theodolite ini disusun dari beberapa bagian yaitu bagian atas, tengah, dan bawah. Pada bagian-bagian ini terdiri dari beberapa bagian penyusun lain yang fungsinya akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Pembantu Visir
    Bagian satu ini berfungsi untuk membantu melakukan pembidikan yang dilakukan dengan cara membantu mengarahkan teropong ke target. Nah, jenis bidikan yang dilakukan di sini adalah bidikan kasar.
  2. Lensa obyektif
    Untuk lensa satu ini berfungsi untuk menangkap bayangan target dimana untuk lensa positif akan memberikan sifat pada bayangan berupa nyata, terbalik, dan diperkecil.
  3. Klem sumbu II
    Fungsinya sebagai pengunci pada sumbu II
  4. Sumbu II
    Untuk sumbu II ini fungsinya adalah sebagai tempat berputarnya teropong atau disebut juga sebagai poros terhadap sumbu putar berbentuk horisontal.
  5. Nivo Teropong
    Dipakai untuk membuat garis bidik mendatar, namun untuk theodolite keluaran baru biasanya bagian ini sudah tidak ada.
  6. Ronsel Lensa Tengah
    Fungsinya adalah sebagai penggerak limbus yang dilakukan dengan perlahan saat klem limbus dikunci atau bisa dibilang untuk menepatkan bidikan pada target.
  7. Reflektor Sinar
    Reflektor sinar ini berfungsi untuk menangkap cahaya dan memantulkannya ke bagian mikroskop pembacaan lingkaran horisontal agar bisa terbaca.
  8. Mikroskop Bacaaan Lingkaran
    Untuk horisontal A, fungsinya adalah tempat untuk melakukan pembacaan arah horizontal.
  9. Klem horizontal
    Fungsinya sebagai pengunci lingkaran horizontal atau yang disebut klem pembuka.
  10. Skrup Penggerak Halus Alhidade Horisontal
    Fungsinya adalah untuk menggerakkan teropong ke arah mendatar secara perlahan saat klem horisontal terkunci.
  11. Penggerak Halus Limbus
    Membantu agar tembakan bidikan tepat ke target dengan cara menggerakkan limbus secara perlahan saat klem limbus dikunci.
  12. Skrup Penyetel ABC
    Fungsinya membuat nivo kota tetap seimbang untu pembuatan sumbu I vertikal.
  13. Plat Dasara atau Tatakan
    Plat yang menyangga seluruh bagian theodolite.
  14. Kepala Statif
    Bagian dari statif yang berguna untuk dudukan pesawat theodolite.
  15. Kaki Statif
    Masih bagian dari statif juga, fungsi dari kaki statif ini membuat pesawata theodolite bisa berdiri. Di bagian bawah kaki statif ini bentuknya lancip dan fungsinya adalah agar bisa menancap ke tanah dimana hal ini akan mencegah theodolite jatuh.
  16. Penggantung Unting-unting
    Fungsinya sebagai tempat untuk pemasangan tali unting-unting.
  17. Baut instrumen
    Fungsinya untuk mengencangkan pesawat theodolite dan statif.
  18. Nivo Aldihade Horisontal
    Fungsinya adalah sebagai pembuat sumbu I vertikal yang dilakukan secara halus setelah dilakukan pendekatan dengan nivo kotak.
  19. Skrup Koreksi Nivo Aldihade Horisontal
    Bagian ini fungsinya untuk penyeimbang nivo Aldihade horisontal.
  20. Mikroskop pemb. Lingkaran horisontal B
    Pada bagian ini fungsinya adalah membaca sudut lingkaran horisontal.
Cara Menggunakan Theodolite

Cara Menggunakan Theodolite

Jika ini pertama kalinya Anda menggunakan theodolite, pastinya terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar bisa menggunakannya dengan baik. Di bawah ini sudah ada langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk menggunakan theodolite, pastikan untuk mengikuti tiap langkahnya agar bisa mendapatkan hasil pengukuran yang tepat.

  • Longgarkan dulu bagian sekrup pengunci perpanjangnnya.
  • Tinggikan hingga setinggi dada.
  • Setelah tingginya sejajar dada, kencangkan kembali sekrup pengunci perpanjangannya.
  • Bentuk kaki statif menjadi berbentuk segitiga sama sisi.
  • Injak pedal kaki statifnya.
  • Atur bagian ketinggian statif agar tribar platnya mendatar.
  • Pindahkan theodolite ke tribar plat.
  • Kuatkan skrup pengunci centering yang ada di theodolite.
  • Atur bagian nivo kotak agar bagian sumbu pertama bisa berdiri tegak (vertikal) yang dilakukan dengan cara menggerakkan bagian sekrup pendatar yang ada di tiga sisi alat ukur secara beraturan.
  • Atur nivo tabung agar posisi sumbu keduanya bisa mendatar dengan cara yang sama seperti mengatur sekrup sumbu pertama.
  • Tempatkan theodolite dengan cara melonggarkan sekrup pengunci centering-nya kemudian geser ke kiri atau kanan sampai tepat di tengah titi ikat (BM) yang bisa diketahui dengan melihat dari centering optic.
  • Uji kedudukan garis bidik menggunakan bantuan tanda T di dinding.
  • Periksaan ketepatan nilai index di sistem skala lingkaran.

Baca juga : Jenis Dial Indikator dan Cara Menggunakannya

Ulasan mengenai Theodolite di atas pastinya bisa membantu mempermudah Anda yang baru saja mengenal alat satu ini. Dengan berbekal informasi di atas Anda pastinya akan lebih tahu bagaimana cara mengoperasikan alat ini, jenisnya, dan fungsi lain apa saja yang bisa dimiliki oleh theodolite.

Leave a Reply

Your email address will not be published.