Voltmeter: Definisi, Fungsi, Macam-macam dan Cara Menggunakannya

Posted on

Voltmeter

Voltmeter merupakan alat elektronik yang biasa kita gunakan sehari-hari. Adanya voltmeter ini menunjukkan bahwa teknologi memang sudah jadi hal yang umum digunakan saat ini. Perkembangan teknologi memang sangat pesat. Semua itu pada dasarnya adalah untuk memuaskan manusia di dunia. Semakin bertambahnya waktu, orang akan disibukkan dengan aktivitasnya sendiri. Itu mengapa, teknologi hadir untuk membantu menyelesaikan beberapa kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi.

Perkembangan tersebut dapat dilihat dari munculnya alat ukur sederhana seperti penggaris, timbangan, hingga muncul alat lain seperti stopwatch, amperemeter, multitester, voltmeter dan lainnya. Dengan banyaknya alat ukur itu, tentu akan memudahkan seseorang dalam menghitung suatu besaran. Nah, berbicara mengenai alat ukur, Anda tentu sudah sangat familiar dengan alat ukur voltmeter, bukan? apa sih itu voltmeter? berikut adalah penjelasan mengenai pengertian voltmeter, fungsi, dan lainnya.

Pengertian Voltmeter Adalah

Voltmeter adalah sebuah alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik yang ada dalam sebuah rangkaian listrik. Susunannya paralel sesuai dengan lokasi komponen yang diukur. Ada tiga lempengan tembaga yang ada di dalamnya. Semua lempengan itu terpasang pada Bakelit yang sudah terangkai dalam sebuah tabung plastik maupun kaca. Lempengan luarnya dinamakan anode, sedangkan lempengan tengahnya dinamakan katode. Ukuran tabung yang dimaksud biasanya sekitar 15 x 10 cm (tinggi x diameter).

Tidak jauh berbeda dengan Amperemeter, desain voltmeter juga dibagi menjadi hambatan seri atau multiplier dan juga galvanometer. Kinerja alat ukur ini akan lebih baik dan bisa meningkat jika ditambah dengan multiplier. Dengan penambahan ini, diharapkan kemampuannya bisa bertambah berkali lipat besar daripada sebelumnya. Jika kuat arus dan medan magnet Saling berinteraksi maka akan timbul gaya magnet. Gaya itulah nanti yang akan menggerakkan jarum. Besar kecil penyimpangan jarum akan dipengaruhi oleh arus listrik yang mengalir.

Fungsi Voltmeter.

Apa itu fungsi dari voltmeter? Voltmeter merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengukur besar tegangan listrik yang ada di suatu rangkaian listrik. Biasanya, ketika Anda akan menggunakan alat ini, Anda akan menemukan tulisan milivolt (mV), voltmeter (V), mikrovolt, dan juga kilovolt (kV). Tahukah Anda? Alat ini memiliki batasan ukuran yaitu nilai maksimum tegangan yang bisa diukur oleh alat itu. Jika pengukuran melebihi batas yang ditentukan, otomatis alat itu akan rusak.

Voltmeter sering kali dihubungkan dengan amperemeter. Padahal, keduanya berbeda. Amperemeter berfungsi untuk mengukur ampere atau kuat arus listrik, dan voltmeter berfungsi untuk mengukur besar tegangan listrik atau volt.

Bagian-Bagian Voltmeter:

Ada beberapa bagian-bagian voltmeter dari alat ukur ini yang perlu Anda ketahui, berikut adalah bagiannya:

  • Terminal positif dan negatif.
  • Batas ukur.
  • Setup pengatur fungsi.
  • Jarum penunjuk.
  • Skala tinggi dan rendah.

Lihat juga: Pengertian Penggaris dan Cara Menggunakannya

Cara Menggunakan Voltmeter:

Jika Anda belum mengetahui cara menggunakan voltmeter ini, berikut dapat Anda simak:

  • Rangkai komponen yang memiliki potensial berbeda secara paralel.
  • Sesuaikan rangkaian arus yang mana harus searah dengan pemasangan kutub-kutub voltmeter.
  • Pastikan bahwa kutub positif dan negatif memiliki potensial yang berbeda. Dari keduanya, kutub positif memiliki potensial yang tinggi.
  • Periksa kabel hitam, biru, dan merah, jika ada penyimpangan mengarah ke kiri berarti pemasangannya terbalik. Namun, hal itu tidak akan menjadi masalah untuk rangkaian arus bolak balik.

Macam Macam Voltmeter

Voltmeter ini terdiri dari dua macam yaitu Analog dan Digital. Apa perbedaan dari keduanya? voltmeter yang terpasang secara paralel pada suatu rangkaian dapat dijadikan patokan sebagai cara untuk mengetahui tegangan. Kutub alat ukur ini pun harus searah dengan arus baik kutub positif maupun kutub negatif.

Pada jenis digital, pemasangan terbalik akan terlihat jika muncul angka negatif. Oleh karenanya, pemasangan haruslah sesuai dan benar. Nah, Untuk spesifik perbedaan dari kedua jenis alat ini dapat diketahui sebagai berikut:

  • Tegangan DC lebih sulit dinaikkan dibandingkan dengan tegangan AC yang mudah.
  • Transmisi dari pembangkit kepada pelanggan lebih mudah listrik AC dibandingkan listrik DC.
  • Dari kedua jenis ini, DC merupakan pembangkit listrik yang lebih simpel dan mudah digunakan.
  • Terdapat nilai maksimum dan juga minimum untuk arus dan tegangan AC, tidak sama halnya dengan DC yang tidak ada nilai yang dimaksud.

Lihat Juga: Cara membaca dan Bagian Bagian jangka Sorong

Bagaimana Cara Kerja Dari Voltmeter Itu?

Perlu Anda ketahui, voltmeter merupakan sebuah alat ukur yang memiliki prinsip kerja tertentu. Terdapat fluksi magnetik yang mempunyai bentuk seperti gelombang sinus yang mana frekuensinya sama. Fluksi magnetik tersebut nantinya akan memasuki kepingan logam secara paralel. Ada perbedaan fase dari satu fluks dengan yang lainnya. Tegangan tegangan yang menimbulkan arus putar dalam kepingan itu dipengaruhi karena adanya fluks yang bolak-balik.

Untuk Voltmeter jenis digital, angka diskrit adalah gambaran atau aktualisasi dari pengukuran terhadap DC dan juga AC. Angka ini dijadikan sebagai alternatif dari defleksi jarum penunjuk dalam alat ukur jenis analog. Penunjukan yang dilakukan terhadap angka untuk berbagai keperluan justru sangat menguntungkan. Mengapa? berikut adalah alasannya:

  • Dapat meminimalisir problem atau kesalahan pembacaan oleh manusia serta interpolasi.
  • Mencegah terjadinya kesalahan parataksis.
  • Dapat meningkatkan kecepatan pembacaan.
  • Dapat dijadikan sebagai pelengkap daripada keluaran yang dalam bentuk digital, yaitu berdasarkan pengolahan dan juga pencatatan selanjutnya.
  • Jenis digital adalah jenis yang bisa diteliti dan juga diandalkan, sehingga dapat dipakai untuk berbagai keperluan pengukuran di dalam laboratorium.
  • Jenis digital dipercaya bisa bersaing dengan alat-alat analog yang bersifat konvensional. Hal ini disebabkan perkembangan serta penyempurnaan modul rangkaiannya berkurang. Tidak hanya modul, tetapi juga kebutuhan daya, harga, hingga ukuran.
  • Karakteristik operasi dan karakteristik khas menunjukkan bahwa kualitas jenis digital lebih unggul.

Berikut adalah spesifikasi yang tidak hanya berlaku pada sebuah instrumen saja, namun, informasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran keadaan saat ini.

  • Angka rangkuman masukan mulai dari ± 1,000000 V hingga ± 1000, 000 V (Metode pemilihan rangkuman dilakukan secara otomatis dan indikasi beban lebih).
  • Ketelitian mutlak tercatat mencapai ± 0,005 persen dari pembacaan yang sudah dilakukan.
  • Angka stabilitas untuk jangka pendek sebesar 0,002 persen dari pembacaan (periode 24 jam). Sedangkan untuk jangka panjang sebesar 0,008 persen pembacaan (periode 6 bulan).
  • Resolusi untuk 1 bagian dalam 106 yaitu 1 μV bisa dibaca pada rangkuman dari masukan 1 V.
  • Karakteristik masukannya yaitu tahanan masukan khas sebesar 10 MΩ dengan kapasitas masukan 40 pF.
  • Kalibrasi yang standar (internal) tidak tergantung pada rangkaian ukuran yang mana telah diperoleh dari sumber referensi yang sudah stabil.
  • Ada beberapa sinyal keluaran seperti perintah mencetak

Jenis digital masih dikelompokkan lagi ke dalam 4 jenis, yakni, pertama, Voltmeter digital tipe tanjak atau ramp type DVM . Kedua adalah voltmeter jenis digital tipe penggabungan atau intergrasi (integrating DVM). Ketiga adalah jenis digital yang setimbang kontinu atau continuous balance DVM. Yang terakhir yaitu jenis digital dengan pendekatan yang berturut-turut atau successive approximating DVM.

Demikian tadi merupakan penjelasan mengenai voltmeter yang perlu kita pahami. Setelah mengetahui informasi di atas, diharapkan Anda tidak lagi bingung dalam menggunakan alat ini untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *