Ohmmeter

Posted on

Ohmmeter

Ohmmeter merupakan sebuah alat leketronik yang digunakan untuk mengukur suatu resistensi dari segala macam objek. Alat ini terdiri dari layar digital yang dilengkapi dengan sebuah jarum jam sebagai penunjuk skalanya.

Ohmmeter umumnya memiliki harga yang relatif murah dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Untuk mengetahui tingkat kualitas saat membelinya, sebaiknya cek kondisi baterai dan silakan uji dahulu pada benda yang nilai hambatannya diketahui.

Pengertian Ohm meter :

Ohmmeter adalah suatu perangkat yang difungsikan untuk mengukur jumlah listrik yang dihasilkan dari suatu pergeseran. Gerakan pergeseran tersebut seperti suatu elektron yang melewati sebuah konduktor atau penghantar listrik. Hal ini juga dikenal dengan istilah hambatan listrik dengan nilai yang diberi satuan Ohm.

Pengukuran semacam ini selaras dengan ‘Hukum Ohm’ yang berbunyi bahwa arus listrik pada suatu rangkaian pasti selalu berbanding lurus dengan jumlah tegangan. Hukum ini digagas pertama kali oleh Fisikawan asal Jerman bernama Georg Simon Ohm.

Jenis Jenis Ohm meter :

Terdapat dua jenis Ohm-meter yang bisa digunakan oleh para ahli elektro. Berikut ini penjelasan lengkapnya mengenai detail dari masing-masing jenis.

  1. Ohm-meter Analog.
    Alat ukur jenis analog memiliki model penghitungan yang lebih manual dan simpel untuk dibaca. Terdapat jarum ukur yang nantinya berhenti pada angka tertentu. Anda harus membacanya dengan lebih jeli dan detail tentang angka yang diarahkan oleh jarum penunjuk. Alat ukur ini biasanya lebih sering digunakan oleh tukang service TV dan komputer.
  2. Ohm-meter Digital.
    Jenis yang kedua yaitu digital yang memiliki tingkat akurasi jauh lebih detail dan akurat. Nilai Hambatan yang dihasilkan oleh jenis digital memiliki tambahan satuan yang jauh lebih terperinci. Pilihan pengukurannya pun jauh lebih variatif dibandingkan dengan model analog. Hanya saja, model ini memiliki kekurangan yaitu susah melakukan monitoring terutama saat Voltase tidak stabil atau naik turun.

Lihat Juga: Fungsi Multimeter dan Cara Menggunakannya

Fungsi Ohm meter :

Alat ini memiliki fungsi yang lebih spesifik dibandingkan Multitester yang lain. Ohm-meter lebih menitikberatkan pada fungsi Hambatan atau Resistensi saja. Secara rinci, fungsinya adalah mengukur suatu Hambatan listrik yang menjadi daya yang akan menahan aliran listrik pada sebuah konduktor. Alat ini menggunakan perangkat galvanometer yang mampu melihat besarnya arus listrik. Hasil akhirnya akan dikalibrasikan ke dalam satuan khusus yaitu Ohm.

Selain berfungsi untuk mengatur Hambatan, Ohm-meter juga dapat mendeteksi adanya kerusakan yang terjadi pada suatu rangkaian listrik. Diantara fungsi deteksi ini ialah mampu mengecek apakah terdapat saklar, kabel, ataupun sekring yang terbakar atau putus. Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan pada titik yang rusak.

Bagian-bagian Ohmmeter:

Bagian Bagian Ohmmeter
@slideshare
  1. Sekrup.
    Bagian ini bertujuan untuk mengatur kedudukan jarum meter. Sebelum memulai kegiatan pengujian, biasanya jarum penunjuk harus diletakkan pada posisi nol. Pemutaran sekrup ini bisa dibantu dengan obeng pipih yang kecil.
  2. Tombol ‘Zero Ohm Adjust Knob’.
    Tombol ini digunakan untuk mengatur jarum meter agar berada pada angka nol atau Zero. Bagian ini memiliki peran yang penting untuk mendapatkan nilai akurasi yang tinggi.
  3. Saklar Pemilih.
    Bagian ini juga sering disebut dengan istilah ‘Range Selector Switch’. Tujuannya tak lain untuk memilih batas ukuran serta posisi pengukurannya.
  4. Lubang Kutub Positif dan Negatif.
    Fungsi dari lubang tersebut adalah untuk memasukkan test lead atau ujung kabel. Untuk kabel yang berwarna merah, tancapkan pada kutub yang (+). Sedangkan kabel yang berwarna hitam ditancapkan pada kutub (-).
  5. Probe (+) dan (-).
    Probe di sini adalah test lead atau kabel yang yang terdiri dari dua jenis yaitu hitam dan merah. Keduanya memiliki arah kutub yang berlawanan yaitu positif dan negatif.

Lihat juga: Bagian Bagian Ampere meter dan Penjelasannya

Cara Menggunakan Ohmmeter :

Cara Menggunakan Ohmmeter
@wikihow.com
  1. Matikan semua daya pada setiap rangkaian yang sedang diuji dengan cara memtuskan setiap sambungan yang ada. Hal ini tak lain bertujuan untuk mendapatkan nilai akurasi yang tepat serta menjamin keselamatan Anda.
  2. Pilihlah alat ukur sesuai kebutuhan baik dalam jenis analog maupun digital dengan auto range yang umum dari 0-10 sampai 0-10.000.
  3. Cek kembali kondisi baterai saat pertama membelinya. Biasanya sudah otomatis berada di dalam alat ukur tersebut atau dalam kemasan terpisah untuk kemudian dipasang sendiri.
  4. Kemudian masukan kabel timah penguji ke dalam soket meteran. Biasanya telah ditandai dengan warna merah untuk kutub (+) dan warna hitam untuk kutub (-).
  5. Aturlah meteran ke arah angka nol atau zero terlebih dahulu. Resistensi nol tersebut harus selalu diperhatikan pada saat kedua ujung probe tersebut mulai terhubung satu sama lain.
  6. Pilihlah perangkat atau rangkaian listrik yang akan diuji tingkat resistensinya. Sebagai langkah awal, coba ujikan pada benda yang sebelumnya telah diketahui nilai hambatannya. Jika sudah akurat, silakan aplikasikan ke dalam peralatan elektronik yang lain.
  7. Sentuhkan satu probe ke ujung suatu rangkaian listrik. Lalu tempelkan ujung probe lainnya ke ujung yang berbeda. Catatlah hasil pengukuran resistensi dari benda tersebut.
  8. Cek pula kondisi resistensi pada cabang rangkaian atau kabel. Tujuannya untuk mencari tahu apakah terdapat kerusakan terbuka atau konsleting listrik pada rangkaian listriknya. Jika menunjukkan ‘infinite Ohm’ atau Ohm tidak terbatas, ini menunjukkan bahwa tidak ada jalur yang dapat dilalui oleh arus listrik. Artinya, telah terjadi kerusakan pada bagian konduktor atau terdapat komponen yang terbakar.
  9. Pastikan alat ini dalam kondisi Off setelah selesai digunakan. Jika tidak, dapat menyebabkan konsleting pada probe serta menguras baterai.

Perlu diperhatikan bahwa setiap kali Anda melakukan perpindahan nilai range dari x1 ke x10 atau yang lainnya, dibutuhkan kalibrasi ulang. Hal ini dikarenakan oleh nilai tahanan yang berbeda-beda dari setiap perpindahan auto range. Tujuan kalibrasi ini adalah untuk menjaga kondisi bahan ukur serta instrument ukur agar selalu sesuai dengan spesifikasinya.

Baca juga: Lux Meter Alat Ukur Densitas Cahaya

Cara Kerja Ohmmeter :

Cara kerja dari alat ukur yang satu ini cukup simple dan sederhana dengan cara menghasilkan aliran internal arus. Alat yang menggunakan tenaga baterai ini akan mengukur resistensi atau hambatan yang terjadi antara dua arah yang terdapat pada perangkat.

Ujung kabel yang berwarna merah dihubungkan ke kutub (+). Sedangkan warna yang hitam harus dihubungkan ke kutub yang (-). Ketika arus mulai mengalir dari komponen baterai melalui suatu unit, saat itulah Ohm-meter mulai mengukur penurunan Voltase serta nilai Hambatan.

Ohmmeter dapat digunakan dalam jangka panjang dalam kondisi baik jika difungsikan dengan benar dan tepat. Hindari pemakaian alat ukur ini pada kondisi dimana masih terdapat aliran listrik pada obyek yang diukur. Simpanlah pada tempat yang aman dan jauh dari pengaruh medan magnet dari benda-benda di sekelilingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *