Las Listrik

Posted on

Las Listrik

Las Listrik adalah sebuah proses pengelasan yang sumber panasnya diperoleh dari energi listrik. Dari Energi Listrik kemudian diterima oleh mesin las dan dirubah menjadi energi panas saat kutub elektroda dan benda kerja bertemu sehingga terjadi pertukaran ion yang menyebabkan terjadinya busur listrik.

Pengelasan Listrik di kalangan masyarakat biasanya hanya pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding), padahal jika menurut definisi di atas jenis jenis las listrik sangat banyak. Berikut ini admin pengelasan.net akan berbagi dengan Anda.

Jenis Las Listrik :

  • Las Busur Listrik.
  • Las Listrik Gas.
  • Las Listrik Terak.
  • Las Resistensi Listrik.

Jenis Mesin Las Busur Listrik dan Fungsinya:

Macam macam las Busur Listrik terbagi menjadi dua bagian yaitu Las Listrik Elektroda tak Terumpan dan Las Listrik Elektroda Terumpan. Perbedaannya adalah jika Elektroda terumpan maka elektroda tersebut ikut mencair dan berfungsi sebagai logam pengisi, sedangkan yang tidak terumpan elektroda tersebut hanya mempunyai fungsi sebagai penghasil busur dan tidak ikut mencair.

Jenis Las Elektroda Tak Terumpan :

Las Listrik Elektroda Tak Terumpan

1. Las TIG.

Las Tungsten Inert Gas atau GTAW atau yang sering dikenal juga dengan las Argon merupakan jenis proses las elektroda tak terumpan, material elektroda yang digunakan adalah wolfram. Pemilihan tungsten ini dikarenakan mempunyai titik lebur yang tinggi dibandingkan logam lainnya. Meskipun mempunyai titik lebur yang tinggi sekitar 3410 derajat Celsius, tungsten juga dapat meleleh jika terlalu lama digunakan dan jika tidak dibentuk runcing bagian ujungnya.

Sehingga dalam mengelas kita harus memperhatikan bentuk ujung tungsten, kalau sudah meleleh dan menyatu ke logam las maka dapat mengakibatkan cacat las tungsten inclusion dan menyebabkan hasil lasan harus diperbaiki. Untuk mengetahui lebih detail tentang las TIG silakan kunjungi pengelasan GTAW.

2. Plasma Arc Welding.

PAW ini sistemnya sama dengan Las GTAW yang sama sama menggunakan tungsten sebagai elektroda. Tungsten dipasang pada nozzle yang kemudian menjadi pusat busur plasma dengan kecepatan tinggi dan diarahkan ke daerah lasan. Untuk melindungi logam cair digunakan gas inert seperti gas Argon dan Helium.

Jenis Las Listrik Elektroda Terumpan :

Las Listrik Elektroda Terumpan

1. Las MMAW (Manual Metal Arc Welding).

Pengelasan ini sama dengan Las SMAW, hanya istilahnya saja yang membedakan. Pengelasan SMAW ini termasuk jenis elektroda terumpan karena elektrodanya selain sebagai penghasil busur juga sebagai bahan pengisi. Elektroda SMAW yang terdiri dari filler dan flux akan terbakar saat proses pengelasan berlangsung, setelah filler akan menyatu dengan logam induk yang meleleh kemudian menjadi logam las. Sedangkan flux akan melindungi logam cair dan akan berubah menjadi slag saat memadat, simak ulasan lengkapnya di pengelasan SMAW.

2. Las Busur Listrik Terendam (SAW).

SAW atau Submerged Arc Welding adalah pengelasan busur listrik elektroda terumpan, karena kawat las yang dalam bentuk gulungan atau roll diumpankan secara kontinyu atau terus menerus sebagai penghasil busur dan logam pengisi. Untuk pelindungnya berupa butiran flux yang dituangkan ke daerah pengelasan sebagai pelindung logam yang mencair. Saat proses pengelasan busur listrik tidak terlihat karena tertutup oleh flux, oleh karena itu pengelasan ini disebut dengan las busur listrik terendam.

3. Las MAG dan MIG.

Pengelasan MIG dan MAG merupakan jenis las busur listrik elektroda terumpan, sistemnya sama dengan SAW. Kawat las dalam bentuk gulungan secara terus menerus diumpankan untuk menghasilkan busur listrik dan mencair menjadi weld metal. Namun, pada pengelasan MAG dan MIG menggunakan Gas sebagai pelindung logam yang mencair. Untuk MAG menggunakan gas active (CO2) sedangkan MIG menggunakan gas Inert (Ar, He atau mix keduanya).

4. Las Flux Core Arc Welding (FCAW).

Pengelasan FCAW termasuk dalam kategori pengelasan elektroda terumpan atau consumable electrode. FCAW mempunyai sistem yang sama dengan GMAW, yang membedakan adalah jenis kawat lasnya. Pada GMAW kawat lasnya berbentuk pejal atau solid sedangkan untuk FCAW pada bagian tengah kawat berisi fluks atau disebut dengan tubular.

FCAW mempunyai dua jenis perlindungan yaitu Self Shielding (FCAW SS) dan Gas Shielding (FCAW G). Untuk Self shielding hanya menggunakan flux sebagai pelindungnya, sedangkan untuk Gas shielding menggunakan kombinasi fluks yang ada di dalam kawat las dan tambahan gas pelindung.

Cara Kerja Las Listrik :

Busur listrik terjadi ketika ujung elektroda menyentuh bagian logam induk, karena adanya aliran listrik menyebabkan terjadinya sebuah arus pendek kemudian oleh mesin las dirubah menjadi energi panas hingga melelehkan elektroda dan logam induk.

Fungsi Las Listrik :

  • Mendapatkan Kekuatan Maksimal.
    Dengan las listrik kita dapat menyambung dua logam dengan tujuan untuk mendapatkan kekuatan pengelasan yang minimal sama dengan logam induk atau logam dasar. Syaratnya prosedur pengelasan serta parameter pengelasan harus benar.
  • Mendapatkan sambungan permanen.
    Hasil pengelasan merupakan sambungan permanen, jika ada perbaikan maka harus dipotong dengan mekanik maupun thermal. Berbeda dengan sambungan paku keling atau rivet yang dapat dibongkar dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *